Perjalanan panjang Pondok Pesantren Insan Mulia
Cikal bakal Pesantren Insan Mulia 7.0 berawal pada tahun 2009, ketika para penggagasnya membentuk sebuah organisasi sosial dan dakwah bernama Insan Mulia Organizer. Organisasi ini lahir dari keresahan akan kondisi regenerasi umat Islam yang semakin hari dirasakan kian menjauh dari nilai-nilai ajaran Islam, baik dalam aspek akidah, akhlak, maupun pemahaman keislaman.
Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya aktivitas, pada tahun 2010 Insan Mulia Organizer bertransformasi menjadi Yayasan Insan Mulia Sukoharjo guna memperkuat legalitas dan keberlanjutan program. Yayasan ini beralamat di Krebet, Tawang, Weru, Sukoharjo, dan menjadi payung resmi bagi berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, dan sosial.
Dalam perjalanannya, sebelum berdirinya Masjid Jami’ Lorog, Yayasan Insan Mulia Sukoharjo bersama para tokoh masyarakat Kecamatan Weru menginisiasi dan merintis berdirinya Pesantren Qoryatul Qur’an. Pesantren ini dirancang sebagai pusat pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an yang fokus pada penguatan hafalan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini, Pesantren Qoryatul Qur’an telah berkembang pesat dan membina lebih dari 1.000 santri dan santriwati.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 2012, ketika Yayasan Insan Mulia Sukoharjo menerima wakaf tanah seluas 1.000 m² dari Bapak Hasim Makmun Tohar, selaku Ketua Yayasan. Tanah wakaf tersebut berlokasi di Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan aset wakaf yayasan. Di atas tanah wakaf tersebut kemudian didirikan Masjid Jami’ Lorog, yang hingga kini berfungsi sebagai pusat ibadah, dakwah, dan kegiatan keagamaan masyarakat sekitar.
Tonggak penting berikutnya terjadi pada tahun 2023, ketika Yayasan Insan Mulia Sukoharjo menggelar Musyawarah Besar yang bertempat di RM Lawu. Dalam musyawarah tersebut diputuskan untuk mengembangkan pusat dakwah dan pendidikan Islam di Masjid Jami’ Lorog dengan mendirikan Pesantren Insan Mulia 7.0. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan generasi Islam yang adaptif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sebagai tindak lanjut keputusan tersebut, pada tahun 2024 Yayasan Insan Mulia Sukoharjo resmi membuka Pesantren Insan Mulia 7.0. Pesantren ini memulai aktivitas pendidikannya dengan jumlah santri sebanyak empat orang, sebagai langkah awal pembinaan yang menekankan kualitas, keteladanan, dan penguatan karakter keislaman. Dari awal yang sederhana ini, Pesantren Insan Mulia 7.0 diharapkan terus tumbuh dan berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjawab tantangan zaman.
Pembina Pesantren Insan Mulia
PendiriPembina Pesantren Insan Mulia
PendiriPembina Pesantren Insan Mulia
Pendiri